Banyak Petugas Pemilu Meninggal Menimbulkan Interest Majelis Ulama Indonesia

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan seruan untuk melakukan evaluasi pada pemilihan presiden dan legislatif 2019 yang telah merenggut nyawa 31 petugas TPS.

“MUI menyarankan agar pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat meninjau dan mengevaluasi pemilihan presiden dan legislatif serentak yang diadakan pada hari yang sama,” kata Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Saadi di Jakarta pada hari Minggu.

Evaluasi ini penting tidak hanya karena banyak petugas TPS yang meninggal karena kelelahan tetapi juga karena orang-orang membutuhkan persiapan untuk menggunakan hak mereka untuk memilih, katanya.

Evaluasi diperlukan untuk menanggapi keluhan publik tentang banyak surat suara yang rusak dan ada yang tidak diapa-apakan karena banyaknya surat suara yang harus mereka tusuk, katanya.

“MUI sekali lagi menyerukan semua pihak untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif dan menjauh dari segala bentuk provokasi dan kebencian yang mungkin berpotensi menghancurkan umat beragama, bangsa dan negara,” katanya.

Dia mengatakan pemilihan umum 17 April 2019 berjalan dengan mulus, damai dan terkendali.

“Tidak kurang dari 31 petugas TPS meninggal. Jumlahnya mungkin bertambah karena tidak semua kasus telah dilaporkan,” katanya.

Mereka meninggal saat melakukan tugas negara untuk melaksanakan pemilihan umum, katanya.

“Masalahnya tentu membuat kita semua sedih,” katanya.

MUI menyampaikan belasungkawa terdalam atas kematian petugas TPS, katanya. (*)